Memahami Greenflation, topik penting yang dipelajari Gibran namun disepelekan Mahfud

by -96 Views

Transisi energi dan pengurangan gas rumah kaca sangat penting karena menyangkut keberlangsungan umat manusia di bumi. Jika kita tidak mengurangi emisi dengan segera, temperatur rata-rata bumi akan terus meningkat dan bumi bisa menjadi tidak bisa dihuni manusia karena kekeringan, kenaikan air laut, dan cuaca ekstrim. Karena itu greenflation atau inflasi yang dipicu oleh kebijakan hijau adalah topik sangat penting untuk dipelajari oleh pemimpin kita. Kita ingin hidup hijau, tapi dengan biaya apa, siapa yang membayar, dan dengan konsekuensi apa – berapa tambahan biayanya, siapa yang membayar, dan bagaimana dampaknya?

Kita bisa saja meniru Shanghai. Pajak nomor kendaraan non-listrik di sana mencapai Rp. 300 juta. Saat ini hampir 100% motor, 100% bus, dan 50% mobil di Shanghai menggunakan listrik. Langit di Shanghai menjadi biru dan kota menjadi sunyi. Pertanyaannya: Apakah rakyat Indonesia dapat memikul beban pajak pendaftaran nomor registrasi kendaraan bermotor (NKRB) sebesar ini demi percepatan elektrifikasi? Kita juga bisa meniru negara-negara Eropa. Kisaran harga listrik di sana adalah € 28 per 100 kWh, atau Rp. 4.760 per kWh. Saat ini banyak negara Eropa yang mayoritas listriknya berasal dari energi terbarukan, sedangkan kita masih mengandalkan listrik dari batu bara yang lebih murah dengan kisaran harga Rp. 1.400 per kWh. Pertanyaannya: Apakah rakyat Indonesia dapat menanggung harga listrik 3 kali lipat demi percepatan transisi energi?

Faktanya, jika kita tidak melakukan transisi energi dan hidup secara hijau, maka keberlangsungan kehidupan di muka bumi terancam. Namun, juga merupakan fakta bahwa sebagian besar rakyat Indonesia belum mampu menanggung inflasi atau biaya tambahan karena kebijakan hijau. Karena itu, penting bagi kita untuk memilih pemimpin yang mempelajari dan tidak meremehkan topik ini.
Sumber: https://prabowosubianto.com/memahami-greenflation-topik-penting-yang-dipelajari-gibran-namun-disepelekan-mahfud/

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *