Mobil China Ini Berpotensi Menjadi Saingan Hyundai Ioniq 6, Dijual dengan Harga 50% Lebih Terjangkau

by -69 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Kehadiran produsen mobil listrik China seperti Build Your Dream (BYD) menjadi pesaing serius bagi mobil listrik Hyundai. BYD bahkan menawarkan harga yang jauh lebih murah daripada Hyundai yang sudah lebih dulu masuk ke Indonesia.

BYD secara resmi telah mengumumkan harga dari tiga mobilnya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di Ji-Expo Kemayoran beberapa waktu yang lalu. BYD Dolphin dijual seharga Rp 425 juta, BYD Atto seharga Rp 515 juta, dan BYD Seal dijual seharga Rp 629 juta untuk varian rendah dan Rp 719 juta untuk varian tinggi.

BYD Seal yang berbentuk sedan akan bersaing dengan Hyundai Ioniq 6 yang telah dijual di Indonesia dengan harga Rp 1,2 miliar. Ini berarti perbedaan harga antara keduanya sangat signifikan, sekitar Rp 500-600 juta atau hampir setengahnya.

Sementara pesaing BYD Atto 3, yaitu Hyundai Ioniq 5, dijual dengan harga Rp 782 juta hingga Rp 895 juta. Perbedaan harga antara keduanya sekitar Rp 267-380 juta. Terlebih lagi, harga BYD kemungkinan bisa semakin turun setelah proses perakitan lokal dimulai.

“Berkaitan dengan harga sudah termasuk on the road (OTR). Ke depan, jika pabrik sudah beroperasi secara lokal, kami bertujuan untuk memberikan harga yang lebih kompetitif untuk kendaraan kami,” ujar Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia pada Minggu (3/3/2024).

Saat ini, BYD baru menjual mobil CBU (completely built up) atau mobil yang diimpor langsung dari negara asal dalam kondisi utuh. Namun, produsen asal China ini telah berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk segera mendirikan pabrik di dalam negeri dalam waktu yang akan datang.

Jika proses perakitan di dalam negeri sudah berjalan, maka harga mobil dari BYD bisa lebih terjangkau. Selain merakit mobil, BYD juga tidak menutup kemungkinan untuk membangun pabrik baterai di Indonesia.

“Pembangunan pabrik di sini hanya masalah waktu. Rencana pembangunan pabrik kita masih sesuai rencana, tentunya tidak hanya menjadi pabrik perakitan saja, tetapi kami ingin terlibat secara dalam dalam rantai pasokan di Indonesia,” ungkap Eagle.

Rencana tersebut dapat semakin menekan harga mobil dari merek China ini. Produsen yang lebih dahulu masuk ke Indonesia seperti Hyundai perlu waspada. Saat ini, Hyundai sudah merakit Ioniq 5 di pabrik di Cikarang, sedangkan Ioniq 6 masih diimpor CBU.