Suami Sandra Dewi Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Timah oleh Kejagung

by -63 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Kejaksaan Agung telah menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dalam tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang cukup, tim penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus telah menaikkan status satu saksi menjadi tersangka, yaitu HM yang merupakan perwakilan dari PT RBT,” demikian pernyataan Kejagung dalam siaran pers yang diterima CNBC Indonesia pada Rabu (27/3/2024) malam.

HM adalah Harvey Moeis, yang dikenal sebagai suami dari artis Sandra Dewi. Adapun posisi kasus yang terkait dengan HM adalah sebagai berikut:

a. Pada sekitar tahun 2018 hingga 2019, Harvey selaku perwakilan PT RBT menghubungi Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, yang saat itu menjabat Direktur Utama PT Timah Tbk, dengan tujuan untuk mendukung penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk.

b. Kemudian, terjadi pertemuan antara Harvey dan Riza, di mana mereka sepakat untuk menyewakan peralatan pemrosesan peleburan timah di wilayah IUP PT Timah Tbk. Harvey mengkoordinir agar beberapa smelter, yakni PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN, ikut dalam kegiatan tersebut.

c. Harvey kemudian memerintahkan pemilik smelter untuk memberikan keuntungan kepada Harvey dan pihak lain yang sebelumnya telah ditangkap dengan dalih dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui PT QSE yang difasilitasi oleh HLN.

Harvey dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, Harvey ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan, mulai dari tanggal 27 Maret 2024 hingga 15 April 2024.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya
Penjelasan Utuh Kejagung Soal Penahanan Achsanul Qosasi

(miq/miq)