Pengabdian Prabowo Subianto di Pemerintahan

by -67 Views

Sumber: Buku Prabowo: Rekam Foto Sang Patriot hal. 104-151

Pada tahun 2019, kepentingan untuk memperkuat pertahanan Indonesia mendorong Prabowo untuk menerima undangan bergabung di Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan. Di bawah kepemimpinan Prabowo, pembangunan pertahanan Indonesia mengalami percepatan yang signifikan. Sekarang, Indonesia memiliki komponen cadangan yang terlatih, industri pertahanan yang terkonsolidasi, peningkatan ekspor produk pertahanan, serta diplomasi pertahanan yang lebih kuat. Selain itu, peralatan tempur yang canggih juga telah tersedia untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Salah satu fokus utama Prabowo sebagai Menteri Pertahanan adalah meningkatkan kualitas sumber daya pertahanan Indonesia. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Pertahanan (UNHAN), mendirikan Fakultas Kedokteran Militer, mendirikan Kampus Ben Mboi UNHAN di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste, dan memberikan kesempatan kepada kadet UNHAN untuk mengenal lebih dekat kantor Kementerian Pertahanan. Prabowo juga membuka kesempatan beasiswa bagi putera-puteri terbaik bangsa yang ingin berkuliah di UNHAN.

Selain memperkuat UNHAN, Prabowo juga memberikan perhatian khusus kepada SMA Taruna Nusantara (SMA TN) di Magelang. Dengan peningkatan fasilitas dan kurikulum, Prabowo bertujuan menjadikan SMA TN kembali menjadi sekolah unggulan terbaik di Indonesia.

Sebagai negara yang memiliki wilayah yang luas, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan semesta. Oleh karena itu, komponen utama pertahanan yaitu TNI aktif harus didukung oleh komponen cadangan. Sebagai amanat dari UU 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara, Prabowo merekrut dan membentuk komponen cadangan.

Standar pelatihan anggota komponen cadangan sama dengan standar pelatihan anggota TNI aktif. Ketika dibutuhkan, anggota komponen cadangan dapat dipanggil oleh negara untuk membantu TNI aktif.

Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Indonesia memiliki komponen cadangan yang siap dipanggil untuk membantu TNI aktif saat diperlukan.

Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Prabowo segera meningkatkan kapasitas ruang rawat inap dan ruang ICU di Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kemhan RS Dr. Suyoto, mengimpor obat-obatan, dan membuat alat-alat penunjang seperti ventilator dan Alat Pelindung Diri (APD).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima penghargaan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) yang diberikan langsung oleh Presiden Singapura Tharman Sanmugaratnam di Istana Kepresidenan Singapura.

Penghargaan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) merupakan penghargaan militer tertinggi dari Pemerintah Singapura yang diberikan kepada Menhan Prabowo karena kontribusinya yang luar biasa dan peran pentingnya dalam menjaga hubungan baik di bidang pertahanan dengan Singapura.

Kekuatan diplomasi pertahanan Indonesia di bawah Prabowo tercermin dalam penyelesaian kesepakatan kerjasama pertahanan (Defence Cooperation Agreement) yang menguntungkan dengan negara-negara kunci seperti Prancis, Jepang, Australia, dan Singapura. Hal ini terlihat dari penyambutan hangat yang diberikan oleh negara-negara sahabat saat kunjungan Prabowo.

Selain membangun diplomasi pertahanan, Prabowo juga sering diundang sebagai pembicara kunci di forum internasional sebagai Menteri Pertahanan RI. Prabowo juga aktif dalam upaya pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada tahun 2021.

Prabowo berusaha agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain untuk kebutuhan pertahanan. Oleh karena itu, dia meningkatkan kapabilitas BUMN dan industri pertahanan dalam negeri, dan mendukung pembentukan holding BUMN pertahanan. Prabowo juga terlibat dalam kerjasama pembuatan pesawat tempur KFX IFX agar PT Dirgantara Indonesia dapat membuat pesawat tempur buatan Indonesia untuk TNI AU dan untuk diekspor.

Demikianlah upaya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam memperkuat pertahanan Indonesia dan meningkatkan kualitas sumber daya pertahanan serta diplomasi pertahanan negara.

Source link